-->

Pengetahuan Dasar Pekerja Sosial

Naomi I. Brill dan Leonora Serafica de Guzman menyatakan bahwa keterampilan-keterampilan pekerjaan sosial terdiri dari :


Hasil gambar untuk pekerja sosial
1. Diferential Diagnosis, keterampilan ini berhubungan dengan kemampuan pekerja sosial untuk memahami keunikan klien serta situasinya serta menyesuaikan tekniknya terhadap klien. Disini pekerja sosial diharapkan mampu mendiagnosa perbedaan-perbedaan tersebut, berarti tidak dibenarkan untuk menangani masalah dengan cara yang sama
2.Timing, manusia pada dasarnya mempunyai masalah terus menerus. Namun di dalam menangani atau memecahkan suatu masalah, seorang pekerja sosial dibatasi oleh waktu, disini berarti pekerja sosial harus mempunyai keterampilan untuk merencanakan dan menggunakan waktu secara tepat.
3.Partialization, masalah pada dasarnya kompleks, yaitu luas dan komprehensif. Untuk dapat memahaminya para pekerja sosial harus mempunyai keterampilan untuk memisah-misahkan serta membantu klien memikirkan masalah itu dan memutuskan dimana titik mulai penanganan masalah.
4.Focus, masalah sosial mempunyai banyak dimensi dan masing-masing dimensi saling berinteraksi. Untuk itu pekerja sosial harus mampu memfokuskan salah satu dimensi sebagai point of entry.
5.Establishing Partnership, keterampilan ini berhubungan dengan kerja bersama antara pekerja sosial dengan klien dalam mememahami tugas-tugas dan peranan-peranan satu sama lainnya.
6.Structur, keterampilam penstrukturan berhubungan dengan kemampuan pekerja sosial untuk menentukan setting dan batas-batas yang dapat lebih berguna terhadap pekerjaan yang akan dilakukan. Disini ditentukan dapat tidaknya dilakukan, kapan, dan dimana diadakan konsultasi, hal-hal apa yang diperlukan dan sebagainya. (brill, 1978;128-132 dan Guzman 1983:100-104).[4]
Sedangkan keterampilan-keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh pekerja sosial dikemukakan pula oleh Armando Morales dan Bradford W. Sheafor sebagai berikut :
1.        Basic helping skills yaitu keterampilan dasar dari pekerja sosial. Antara lain penerapan skill di dalam berhubungan dengan klien (relationship), cara bertindak yang rasional termasuk kemampuan mengumpulkan data collection, kemampuan mengumpulkan data analisis dan aksi.
2.        Engagement skills, adalah proses melayani orang sebelum menjadi klien, pekerja sosial dapat menjelaskan pelayanan apa yang ada pada lembaga tempat kita bekerja dan calon klien tersebut sebaiknya mengetahui lembaga pelayanan yang ada di luar.
3.        Observation skills , yaitu keterampilan untuk melakukan pengamatan. Pekerja sosial bukan hanya mengamati dengan mata dan telinga tetapi juga dengan hati.
4.        Comunnication skills, yaitu kemampuan berkomunikasi.

5.        Emphaty skills, yaitu keterampilan untuk merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain hingga kita dapat menggunakan akal pikiran kita untuk membantu memecahkan masalah

Terimaaksih next
LihatTutupKomentar

a